Tanaman Wortel

 In News

Wortel adalah tumbuhan umbi berwarna orange biennial yang menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar sehingga tumbuhan tersebut dapat berbunga pada tahun ke-2. Batang bunga setinggi sekitar 1 meter dengan bunga berwarna putih, dan rasa yang masih langu dan memiliki nama ilmiah Daucus carota.

Di Bali, tanaman wortel sudah lama dibudidayakan dan bahkan dapat dikatakan sebagai varietas wortel lokal. Mengapa demikian? Dari sekian lama waktu, budidaya dilakukan secara turun temurun oleh petani lokal serta sudah dikuasainya metode pembenihan yang baik sesuai kaidah dan karakter dari tanaman wortel itu sendiri. Wortel sudah dibudidayakan di dataran tinggi Bali meliputi beberapa kawasan yaitu Bedugul, Pancasari, Wanagiri, Gobleg, Tamblingan dan beberapa desa lainya. Namun pembudidayaanya belum begitu maksimal.

Budidaya tanaman wortel pada mulanya didominasi di daerah atau negara beriklim subtropik, seiring perkembangan ilmu dan teknologi pertanian, maka tanaman wortel dapat berkembang di daerah beriklim tropis. Di Indonesia, khususnya Bali sebagian besar tanaman wortel  ditanam dalam skala kecil oleh petani namun pada dataran tinggi seperti di Malang, Dieng, Brastagi, dan beberapa daerah dataran tinggi lainnya di Indonesia. Produksi yang dihasilkan umumnya masih sedang dan hanya pada musim musim tertentu (mendekati kemarau) saja,  maka diperlukan pembudidayaan yang lebih intensif.

Penerapan teknologi budidaya wortel ini di beberapa lokasi sentra produksi belum sepenuhnya dilakukan oleh petani secara baik dan benar. Hal ini disebabkan Karena kurangnya pengetahuan, keterampilan dan informasi yang diperoleh oleh petani maupun petugas serta belum dikuasainya teknologi budidaya wortel secara benar sehingga berpengaruh juga pada kualitas (mutu) dan kuantitas (jumlah) produksi wortel. Dalam rangka pengembangan budidaya wortel dan tantangan dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas maka tuntutan konsumen terhadap standar mutu produk dan jaminan keamanan pangan sangat diperlukan. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu adanya penerapan teknologi dalam berbudidaya.

Pembudidayaan wortel dengan penerapan teknologi serta metode budidaya yang mengarah ke teknologi 4.0 sudah di terapkan petani Amerta Giri Lesung mulai dari tanggal 21 juli 2020 dengan penerapan rumah paranet, irigasi tetes/ pengembunan, dan sudah mengarah ke SOP Prima 3 atau nature farming guna tercapainya kualitas mutu barang yang aman untuk di konsumsi.

Petani Amerta Giri Lesung adalah kumpulan petani yang memiliki visi dan misi sama kedepanya yaitu untuk mncapai tujuan bersama dalam memaksimalkan potensi lokal yang ada atas dasar permintaan dan perkembangan zaman yang kian maju, serta untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian dengan metode keselarasan dengan alam. Beberapa hasil dokumentasi hasil kami terkait pembudidayaan wortel dapat dilihat pada gambar berikut.

 

Recent Posts

Leave a Comment