Standar Operasional Prosedur Budi Daya Tanaman Kentang

 In News, Uncategorized

Kentang merupakan tanaman umbi umbian yang memiliki nama latin Solanum tuberosum yang berasal dari lembah lembah dataran tinggi di Chilli, Peru, dan Meksiko. Di perkenalkan oleh bangsa Spanyol dari Peru ke Eropa sejak tahun 1565. Masuknya kentang ke Indonesia di mulai saat masuknya era penjajahan oleh Belanda.

Budidaya tanaman ketang pada mulanya didominasi daerah atau negara beriklim subtropik, akan tetapi seiring perkembangan ilmu dan teknologi pertanian maka tanaman kentang  dapat berkembang di daerah beriklim tropis.  Produksi yang dihasilkan umumnya masih sedang hanya pada musim musim tertentu ( mendekati kemarau) terutama milik petani, maka diperlukan pembudidayaan yang lebih intensif.

Penerapan teknologi budidaya kentang ini di beberapa lokasi sentra produksi belum sepenuhnya dilakukan oleh petani secara baik dan benar. Hal ini disebabkan Karena kurangnya pengetahuan, keterampilan dan informasi yang diperoleh oleh petani maupun petugas serta belum dikuasainya teknologi budidaya kentang  secara benar sehingga berpengaruh juga pada kualitas (mutu) dan kuantitas (jumlah) produksi kentang. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu adanya informasi mengenai Standard Operating Procedure (SOP).

TARGET

Target yang ingin dicapai penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya tanaman Kentang ini adalah:

  1. Pembudidayaan tanaman Kentang secara baik dan benar.
  2. Produktifitas yang optimal (10 kg/1 Kilo bibit/tahun).
  3. Penerapan pasca panen yang baik dan benar sesuai dengan SOP.
  4. Kualitas umbi yang sesuai dengan permintaan pasar.
  5. Pemenuhan kebutuhan pasar lokal, swalayan, hotel dan lainnya.

 

DIAGRAM ALIR

BUDIDAYA KENTANG

PEMBIBITAN

Bibit kentang yang di tanam adalah bibit yang berasal dari umbi, stek tunas umbi, stek pucuk dan stek tunas air. Untuk bibit yang biasa di tanaman adalah umbi yang di pilih berdasarkan ukuran (grade C) yang pas yaitu dalam 1 kilogram bibit terdiri dari 5 sampai 10 biji yang berasal dari indukan yang unggul.

Definisi

Menyediakan bibit bermutu dari varietas yang unggul dan sehat.

Tujuan

Untuk menyediakan bibit yang mampu berproduksi sesuai dengan keunggulan varietas, sehat, mempunyai daya adaptasi yang baik.

Validasi

Pengalaman petani, petugas, pelaku agribisnis.

Alat dan bahan

  1. Bibit umbi kentang yang unggul ( G.0 sampai G.2)
  2. Kompos yang telah di fermentasi sempurna dengan bahan dasar Kotoran hewan, cocopeat, sekam, dll
  3. Plastik mulsa hitam perak
  4. Gunting atau alat potong yang tajam
  5. Bedengan persemaian
  6. Cangkul

Fungsi

  1. Bibit umbi kentang G.0 sampai G.2 Merupakan indukan turunan F.1 yang memiliki daya tahan dan ukuran umbi yang cocok dijadikan indukan bakal calon bibit
  2. Kompos yang sudah di fermentasi dengan berbagai campuran sebagai makanan yang sehat bagi tanaman.
  3. Gunting atau alat tajam lainnya berfungsi untuk membantu proses pemangkasan baik daun, batang dll.
  4. Plastik hitam perak untuk menutupi bedengan agar tidak mudah ditumbuhi Gulma dan menjaga kelembaban tanah serta untuk menjaga bedengan agar tidak erosi.
  5. Bedengan persemaian untuk tempat dimana bakal calon indukan bibit di tanaman dan dirawat
  6. Cangkul untuk membantu proses pembuatan bedengan dan membongkar tanaman induk saat pemanenan calon bibit.

TEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN KENTANG

(Solanum tuberosum)

Teknik perbanyakan dengan umbi

  1. Pilih umbi yang tidak terlalu besar ( grade C) yang berasal dari indukan yang sehat.
  2. pemecahan dormansi untuk mendorong pertumbuhan tunas dengan cara memindahkan umbi setiap 7- 15 hari dari tempat gelap ke tempat terang dengan cahaya yang tidak langsung.
  3. Taruh bibit di dalam kotak kayu atau plastic secara rapid an taruh di tempat gelap untuk mempercepat proses tumbuhnya tunas
  4. Sebelum di pindah tanamkan pangkas beberapa tunas sisakan 2-4 tunas utama
  5. Setelah tunas muncul 2-3 cm bibit bisa di tanam pada lahan budidaya.

Teknik perbanyakan tunas umbi

  1. Dari umbi yang sudah ditumbuhkan secara langsung mendapatkan pemangkasan tunas umbi
  2. Tunas umbi hasil pemangkasan tersebut di semai dalam pot tray
  3. Berikan perlakuan media khusus pada pot tray dengan campuran kompos dan tanah 1:1 yang sudah di ayak halus.

Teknik perbanyakan dengan stek batang/ pucuk/ tunas air

  1. Dalam berbudidaya di saat pemangkasan kita bisa mengumpulkan tunas air/ batang/ dan pucuk yang terbuang.
  2. Pucuk/tunas air/ dan batang yang terkumpul di potong dengan ukuran 3-5 cm tanpa memotong ruas.
  3. Tanam dalam pot tray dengan pemberian media tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1 sudah di ayak
  4. Bibit setelah umur 2 bulan sudah bisa di tanam pada lahan budidaya

Dari perbanyakan tanaman tersebut yang paling bagus adalah perbnyakan umbi karena lebih cepat dan umbi yang di hasilkan lebih maksimal.

 

PENGOLAHAN TANAH

Definisi

Kegiatan memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi gembur, aerase dan drainase lebih baik serta membentuk bedengan sebagai tempat tumbuhnya tanaman kentang.

Tujuan

Menjamin pertumbuhan dan produksi tanaman secara optimal.

Validasi

Pengalaman petani, petugas, pelaku agribisnis

Alat dan bahan

Bahan :

  1. Pupuk Pupuk kompos (30-40 ton per Ha)
  2. Insectisida serbuk
  3. Pupuk anorganik NPK (16:16:16) 250-300 kg/Ha
  4. Air
  5. Kapur pertanian/dolomit
  6. Mulsa plastik hitam perak

Alat :

  1. Cangkul/traktor
  2. Tali sepat serta patok kayu/ajir dan meteran
  3. Pasak penjepit dari bamboo

Fungsi

Bahan :

  1. Pupuk kompos, untuk memperbaiki sifat fisik tanah dan menambah bahan organik serta unsur hara yang diperlukan tanaman.
  2. Kapur pertanian/dolomit, untuk menaikkan pH tanah pada tanah masam sehingga mendekati pH 7.
  3. Insectisida serbuk bertujuan untuk menjaga tunas bibit agar tidak di serang ulat tanah, gayas dll
  4. Air, untuk mempermudah pupuk organik dan kapur larut dalam tanah.
  5. Pupuk anorganik NPK , untuk menambah unsur hara yang diperlukan tanaman sesuai kebutuhannya.
  6. Mulsa plastik hitam perak, untuk mempertahankan struktur, suhu dan kelembaban tanah, mencegah erosi tanah, menekan pertumbuhan gulma, mengurangi resiko penguapan/pencucian pupuk, mengurangi biaya penyiangan dan pengairan, menekan perkembangan hama dan penyakit.

Alat :

  1. Cangkul/traktor, untuk membersihkan gulma sisa – sisa perakaran tanaman, menggemburkan, menghaluskan tanah dan mempermudah pembuatan bebengan.
  2. Tali sepat untuk menjadi acuan garis bedengan, patok/ ajir untuk menahan tali dan meteran untuk mengukur bedengan
  3. Pasak penjepit dari bambu, untuk mengaitkan sisi-sisi mulsa dengan bedengan agar mulsa tidak mudah lepas.

Prosedur pelaksanaan :

  1. Taburi tanah dengan dolomit lalu dicangkul atau ditraktor hingga gembur, kemudian didiamkan kurang lebih 15 hari.
  2. Buatan sketsa bedengan/guludan dengan lebar 60 cm-80 cm. Jarak antar bedengan kurang lebih 60cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan lahan.
  3. Taburkan pupuk kandang di dalam sketsa bedengan dengan dosis 30 ton – 40 ton/Ha, dan pupuk anorganik NPK dengan dosis 200 kg-300 kg/Ha, lalu dicampur/aduk merata dengan menggunakan cangkul atau traktor kemudian ditutup dengan tanah sampai ketinggian 20- 30 cm.
  4. Pasang instalasi irigasi tetes pada bagian atas bedengan (untuk lebar bedengan 60 Cm instalasi irigasi tetes dipasang 1 buah ditengah sedangkan untuk lebar bedengan 80 cm pasang instalasi irigasi tetes 2 buah dengan design sebagai berikut :

  1. Tutup bedengan dengan plastik mulsa hitam perak (warna perak menghadap keatas).

 

PENANAMAN DI LAPANGAN

Definisi

Kegiatan memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi gembur, aerase dan drainase lebih baik serta membentuk bedengan sebagai tempat tumbuhnya tanaman kentang.

Tujuan

Menjamin pertumbuhan dan produksi tanaman secara optimal.

Validasi

Pengalaman petani, petugas, pelaku agribisnis

Alat dan bahan

Bahan :

  1. Pupuk kompos (30-40 ton per Ha)
  2. insectisida serbuk
  3. Pupuk anorganik NPK (16:16:16) 250-300 kg/Ha
  4. Air
  5. Kapur pertanian/dolomit
  6. Mulsa plastik hitam perak

Alat :

  1. Cangkul/traktor
  2. Tali sepat serta patok kayu/ajir dan meteran
  3. Pasak penjepit dari bamboo

Fungsi alat dan bahan

  1. Pembuat lubang mulsa plastik, untuk membuat lubang tanam pada bedengan.
  2. Bibit, untuk bahan tanaman.
  3. Air, untuk menyiram tanah sehingga mengurangi tingkat kelayuan tanaman.
  4. Tugal untuk membuat lubang tanam.
  5. Ajir/ patok untuk menjaga tanaman agar tidak rebah dan tempat mengikatkan tali
  6. Tali untuk menopang tanaman

Prosedur Pelaksanaan

  1. pada bedeng lebar 60 cm dengan metode zigzag dengan jarak tanam 40 x 30 dalam artian panjang 40 lebar 30  dan masing masing sisi pinggiran disisakan masing masing 10 cm
  2. Untuk lebar bedengan 80 Cm penanaman dengan metode sejajar, dengan jarak 50 x 40 Cm dalam artian panjang 50 lebar 40 dan masing masing pinggiran disisakan 15 cm.
  3. Tanam bibit pada awal musim hujan atau bisa ditanam sepanjang musim bila air tersedia.
  4. penanam sebaiknya dilakukan pada sore hari .
  5. Siram bibit dengan air secukupnya untuk mengurangi kelayuan dan untuk memacu tumbuh tunas.
  6. Setelah 2 minggu HST lakukan penyulaman apabila ada tanaman yang mati.
  7. Setelah tanaman berumur 2 bulan pemasangan ajir/tajar serta pengikatan di lakukan untuk mengantisipasi tanaman rebah.
  8. Penaikan tali di lakukan 1 minggu 2 kali mengikuti pertumbuhan tanaman

 

PENGAIRAN

Definisi

Memberi air sesuai kebutuhan tanaman pada daerah perakaran dengan standar waktu, cara dan jumlah yang tepat.

Tujuan

Menjamin kebutuhan air bagi tanaman sehingga pertumbuhan dan proses produksinya berjalan optimal.

Validasi

Pengalaman petani, petugas dan pelaku agribisnis.

  1. Alat dan Bahan

Bahan :

  1. Air

Alat :

  1. Pipa PVC.
  2. Selang irigasi tetes (drip tape).
  3. Pompa air.
  4. Tempat menyimpan air.

Fungsi

  1. Pipa PVC, untuk instalasi ke setiap bedengan yang akan dirangkai dengan selang irigasi tetes.
  2. Selang irigasi tetes, untuk irigasi di setiap bedengan sekaligus berfungsi untuk pemupukan susulan.
  3. Pompa air, untuk memompa air ke irigasi tetes.
  4. Tempat menyimpan air, untuk menampung air sebelum melakukan penyiraman.
  5. Air, untuk menyiram tanaman.

Prosedur Pelaksanaan

  1. Lakukan penyiraman secara rutin 2-3 kali dalam seminggu dengan jumlah air 0,5 – 1 lt/ 2tanaman.

 

SANITASI KEBUN

Definisi

Kegiatan menjaga kebersihan kebun dengan cara membersihkan areal tanaman dari gulma.

Tujuan

Membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman, serta menekan persaingan untuk mendapatkan tempat  tumbuh, sinar matahari dan unsur hara.

Validasi

Pengalaman petani, petugas dan pelaku agribisnis.

     Alat dan Bahan

  1. Sabit

     Fungsi

  1. Sabit, untuk memotong rumput atau gulma yang ada di sekitar got bedengan.

     Prosedur Pelaksanaan

  1. Bersihkan rumput/gulma yang tumbuh di got bedengan dengan menggunakan sabit.
  2. Bersihkan gulma di sekitar tanaman, dengan cara mencabut dengan tangan.
Recent Posts
Comments
  • AffiliateLabz
    Balas

    Great content! Super high-quality! Keep it up! 🙂

Leave a Comment